
Benjamin, begitu ia biasa disapa, menyukai aliran naturalis. Tiap melukis, nuansa bunga selalu terlihat dari hasil goresannya. Hasilnya tak jauh berbeda dengan karya lain yang pelukisnya memiliki kondisi fisik lebih sempurna. Hasil Lukisannya ia kirim ke Asosiasi Pelukis Mulut dan Kaki International dan mendapatkan hasil dan lukisannya yang terjual.
Kini ia menetap di Jakarta. Dengan pernikahan sebelumnya dengan Supina, wanita asli jawa, ia memiliki dua anak berumur 12 dan 2 tahun. dan kini, ia ditemani istrinya Lia, wanita yang dinikahinya tahun 2007, yang dengan setia menemani hari-harinya. "jangan mudah putus asa, lihat saya, meskipun saya cacat, tapi saya tidak putus asa" ujar pria periang ini saat diwawancara salah satu stasiun televisi. (dikutip dari berbagai sumber)
Saya pernah bersahabat dekat dgn Pak Amin (panggilan Mr. Benjamin kala itu)ketika sama2 tinggal di Mutiara Depok. Mohon informasi keberadaan beliau saat ini, karena sy kehilangan jejak. Atau mungkin Pak Amin membaca ini, pasti ingat dgn saya, Ida. Dmn Pak Amin skrng? Long time no see...
ReplyDelete