Pages

Showing posts with label nasionalisme. Show all posts
Showing posts with label nasionalisme. Show all posts

Sunday, September 13, 2009

TV Seri Animasi di Indonesia

Di acara Kick Andy hari ini, dibahas tentang Film Layar Lebar Animasi Indonesia terbaru dengan judul : Meraih Mimpi, yang promosinya lumayan gencar. Kenapa yah, Animasi Indonesia kurang populer di Indonesia sendiri, terutama serial TV nya, padahal Castle Animation sudah banyak mengexport product animasinya ke Eropa dan Amerika. Mungkin ini salah satu kendalanya, saya kutip dari teknopreneur.com :

Animasi Lokal Indonesia ‘Terganjal’ Mahalnya Hak Siar
September 2, 2009 by feby_khesa

Amerika memang negara adidaya. Segala hal yang dihasilkan dari negara ini hampir selalu menjadi trendsetter di seluruh dunia, termasuk karya animasinya. Siapa anak-anak Indonesia yang tidak mengenal Spongebob atau Dora? Belum lagi film animasi tiga dimensi karya Pixar Studio yang selalu laris di pasaran seperti Monster Inc, Finding Nemo, The Incredibles dan Up yang saat ini sedang diputar di bioskop.

Namun dalam hal animasi, Amerika masih kalah dibanding Jepang. Komik-komik Jepang (manga) dan film-film animasi Jepang (anime) terbukti memiliki pasar konsumen yang sangat besar, tidak hanya di negerinya sendiri. Pada tahun 2002 saja, estimasi nilai transaksi produk-produk anime di Amerika Serikat mencapai 4.3 miliar US dolar, nilai yang bahkan empat kali lebih besar dari nilai ekspor baja Jepang ke negeri Paman Sam.

Menurut Denny A. Djoenaid, Ketua Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (AINAKI), kekuatan Jepang dalam hal animasi terletak pada unsur kebudayaannya. Para animator negara sakura tersebut selalu menampilkan tradisi kebudayaan mereka yang memang berbeda dengan negara Asia lainnya. Denny mencotohkan gaya dandan dan berpakaian anak muda Jepang yang banyak ditiru oleh para remaja di Indonesia.

“Termasuk pengaruh saat membuat gambar animasi. Orang-orang Indonesia lebih senang menggambar tokoh seperti manga Jepang daripada membuat tokoh versi masyarakat Indonesia,” ujar Denny.

Di Indonesia sendiri, tren animasi lokal sudah mulai terlihat. Ada dua film animasi buatan anak negeri yang sempat tayang di bioskop, yaitu Janus Prajurit Terakhir dan Homeland. Sedangkan untuk serial televisi lokal dan nasional, ada Kabayan Liplap, Aku Tahu, Zedi, Kumbang Cilik serta Petualangan Tupi dan Pingping. Apa pula film animasi pendek tentang superhero asal Tasikmalaya, Hebring. Namun menurut Denny, karya-karya animasi lokal ini masih terganjal pada dua hal, minimnya tayangan di televisi dan Sumber Daya Manusia (SDM) itu sendiri.

“Kesempatan untuk memperlihatkan hasil animasi lokal di televisi masih kalah dengan penayangan kartun-kartun dari luar negeri karena daya beli mereka lebih murah (membeli lisesi produk jadinya saja-red). Sedangkan produksi animasi lokal ‘kan proses pra produksi sampai pasca produksi dikerjakan sendiri, jadi biaya hak siarnya pun lebih mahal,” jelas pria berkacamata ini.

Denny melanjutkan, SDM atau tenaga pengajar animasi di Indonedia juga masih sangat minim. “Padahal setahu saya potensi anak muda yang berbakat di bidang ini sangat besar, seperti di Jogjakarta, Bandung, Malang, Denpasar, termasuk di Jakarta,” ucapnya.

Terepas dari kekuarangan tersebut, Marlin Sugama sebagai salah satu animator Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia sebanarnya adalah salah satu negara yang memiliki latar belakang animasi tertua, yaitu penciptaan wayang.

“Dan hal tersebut sangat memperkaya dan mendorong jumlah animator di Indonesia. Dengan animator yang banyak tentunya akan banyak pula variasi karya, tapi secara keseluruhan kita patut bangga pada animasi Indonesia,” tutur Marlin.

Wanita yang juga menciptakan tokoh superhero Hebring bersama suaminya Andi Martin ini, juga mengungkapkan bahwa jika disandingkan dengan negara lain, animasi lokal tidak bisa dibandingkan dari satu sisi saja, karena animasi adalah produk teknologi (terutama yang tiga dimensi) dan sangat tergantung pada SDM.

“Maka sisi teknologi dan SDM terlatih akan menjadi tantangan nomor satu untuk animasi Indonesia agar bisa menghasilkan produk bersaing dengan negara lain,” kata Marlin.

Peran EPG - Eminent Person Group

Peranan EPG - Eminent Person Group, sangat dibutuhkan untuk memperbaiki hubungan Indonesia - Malaysia yang saat ini sedang menegang.. Ayooo, tetap semangat! pak Try Sutrisno!
saya kutip suaramedia.com :

Discovery Siap Ganti Rugi Kelalaiannya Soal Tari Pendet

Jakarta (SuaraMedia News) - Jaringan televisi dunia Discovery Networks kecolongan saat gambar Tari Pendet masuk dalam iklan Enigmatic Malaysia. Namun pengelola Discovery siap membayar kelalaiannya itu.

"Sebagai langkah selanjutnya, bersama ini kami umumkan bahwa Discovery akan memproduksi program khusus sepanjang 30 menit tentang Tari Pendet yang akan ditayangkan di Discovery Channel di seluruh kawasan Asia Pasifik," kata General Manager Discovery Southeast Asia Kevin Dickie dalam keterangan pers yang diterima, Sabtu (12/9/2009).

Gambar Tari Pendet yang menjadi bagian dalam iklan berdurasi 30 detik tersebut memang langsung dihentikan, setelah permasalahan teridentifikasi. Dickie juga menyampaikan rasa prihatinnya terkait perkembangan terakhir di Jakarta seputar kesalahpahaman iklan tersebut. Dia kembali menegaskan bahwa kesalahan penggunaan gambar Tari Pendet dalam video promosi tersebut tidaklah mengandung maksud buruk untuk merendahkan kebudayaan Indonesia.

"Gambar Tari Pendet yang dengan salah telah turut masuk ke dalam video promosi, bersumber dari dokumentasi produser independen dan bukan berasal dari program itu sendiri. Program yang dipromosikan oleh video klip tersebut, yaitu Enigmatic Malaysia, tidak menampilkan gambar-gambar yang salah dan seluruhnya akurat" pungkasnya.

Sebelumnya, Kendati harus kerja keras memberi penjelasan, namun tetesan keringat Ketua Eminent Person Group (EPG) Try Sutrisno tidak sia-sia.

Selain berhasil memberi pengertian kepada Pemerintah Malaysia soal sweeping di Jakarta beberapa waktu lalu, Try Sutrisno juga mendapat apresiasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) atas inisiatifnya.

"Presiden menghargai inisiatif yang diambil Ketua EPG Indonesia Try Sutrisno untuk berkunjung ke Malaysia 8 dan 9 September lalu," ujar Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda usai bertemu Presiden di Jakarta, kemarin

Try Sutrisno langsung bertolak ke Malaysia setelah insiden sweeping warga negara Malaysia di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, pada Selasa 8 September lalu. Dalam sweeping yang digelar aktivis Benteng Demokrasi Rakyat itu, sebanyak seratusan WN Malaysia terkena sweeping.

Usai bertemu dengan petinggi Malaysia seperti Ketua EPG Malaysia Tun Musa Hitam, Menteri Informasi, Penerangan, dan Budaya Malaysia Datuk Rais, dan Perdana Meteri Malaysia Najib Razak, Try Sutrisno melaporkan perkembangan hasil lawatannya ke Presiden SBY petang ini.(okz) www.suaramedia.com

Penegasan Identitas budaya Bangsa Indonesia

saya kutip dari suaramedia.com

Unesco Tetapkan Batik Sebagai Warisan Asli Milik Indonesia

Setelah lama mendapat banyak pertentangan antara Malaysia dengan Indonesia, akhirnya kain batik mendapat pengakuan resmi dari badan dunia PBB (Unesco) sebagai warisan dunia asli milik Indonesia. (SuaraMedia News)


Yogyakart (SuaraMedia News) - Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik, optimis batik akan segera mendapat pengakuan resmi dari badan dunia PBB (Unesco) sebagai warisan dunia asli milik Indonesia.

Pengakuan dari UNESCO tersebut menurut Jero Wacik akan diputuskan pada Bulan September mendatang di Perancis. "Lima negara sudah berdiskusi dan mempelajari dalam waktu yang lama. Kemungkinan besar batik akan menjadi milik kita, karena akan segera diakui dunia," kata Wacik di sela-sela dialog bersama seniman dan budayawan di Hotel Melia Purosani Yogyakarta, Senin (22/6/2009) malam.

Dengan keputusan itu nantinya maka batik akan semakin menambah koleksi budaya Indonesia yang telah diakui dunia meski negara lain sempat mengklaimnya seperti Malaysia. Dia mencontohkan sebelum batik, yakni wayang, keris dan rencananya angklung.

Dalam pandangannya pemerintah bersama masyarakat ke depan perlu lebih waspada dan terus melestarikan hasil budaya bangsa agar tidak diklaim negara lain. "Wayang dan keris sudah milik kita. Setelah batik besok kita akan ajukan angklung," katanya.

Menbudpar Jero Wacik mengakui selama ini masih dijumpai beberapa program pengembangan kebudayaan yang belum berhasil khususnya yang menyangkut nilai budaya serta peninggalan sejarah purbakala.

Dia mencontohkan kegagalan budi pekerti dengan masih maraknya KKN hingga hilangnya arca-arca. Salah satu faktor pemicu kegagalan program ini disebabkan minimnya anggaran.

"Tahun ini saja kita hanya dapat Rp150 miliar. Itu kecil sekali. Makanya ke depan ini akan kita tingkatkan lagi jumlahnya," katanya.

Sebelumnya, Menteri Negara Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik akan memberikan hak paten kepada Arnoldus Edon (almarhum), yang berhasil menciptakan alat musik sasando elektrik. Alat musik tradisional asal Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur ini, menjadi salah satu ikon kebudayaan Nusantara yang perlu dilestarikan.

"Supaya tidak ada yang menduplikasi dan mengaku sebagai pencipta, maka pemerintah akan memberikan hak paten, sehingga setiap orang yang membeli alat musik sasando elektrik dapat mengetahui asal usul musik tradisional ini," kata Jero Wacik, Minggu (14/6/2009) malam.

Musik sasado elektrik adalah hasil karya almarhum Arnoldus Edon, yang memodifikasi alat musik sasando gong, Sasando senar dan dapat dikombinasikan dengan alat musik modern seperti gitar, drum, keyboard, organ, dan berbagai alat musik lainnya. Satu alat musik sasando dapat membunyikan beberapa alat musik sekaligus. "Seperti sebuah orkestra," kata Jero.

Dalam kaitan dengan visit Indonesia 2009, Menbudpar akan menggelar festival sasando dengan menghadirkan kurang lebih 1.000 pemusik sasando dari seluruh NTT. "Saya sudah cek kepala dinas pariwisata setempat untuk menghadirkan 1.000 sasando dalam festival itu. Kalau sasando semakin dipromosikan, maka akan lebih banyak wisatawan asing ke NTT," lanjutnya.

Rencana festival sasando ini, langsung mendapat apresiasi dari Presiden SBY. "Yang diperebutkan adalah piala presiden. Kita memberikan hadiah kepada 20 orang pemenang. Saya harap pemerintah NTT dapat memfasilitasi festival ini dan akan didukung pemerintah pusat," pungkasnya.(okz) www.suaramedia.com

Refresh memori.. artikel kompas 2008

Indonesia yang mencintai tanah air... saya kutip dari kompas.com edisi Selasa, 13 Mei 2008

Pentingnya Ekspedisi Garis Depan Nusantara
Selasa, 13 Mei 2008 | 18:32 WIB

KITA patut berbangga karena Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.504 pulau yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia memiliki garis pantai 81.000 kilometer yang merupakan terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Laut terbentang seluas 5,8 kilometer persegi atau hampir tiga perempat dari seluruh wilayah tanah air.

Ribuan pulau berarak dan tersebar bagai mutiara mutu manikam di antara hamparan buih lautan di sekitar khatulistiwa. Di antara pulau-pulau tersebut ada sebagian saudara-saudara sebangsa yang hidup terpencil, jauh dari modernitas. Ada pula sudara-saudara kita yang demi dedikasi dan tugas negara rela menjaga keberadaan pulau-pulau tersebut dan harus terpisah jauh dari keluarga.

Banyak pulau-pulau kecil nun jauh di sana yang menjadi garis terdepan Nusantara, namun jauh dari perhatian kita. Padahal, pulau-pulau terluar memiliki peran strategis sebagai batas kedaulatan negara dan sudah mejadi kewajiban seluruh bangsa untuk ikut peduli terhadap eksistensi pulau-pulau tersebut sebagai bagian Republik Indonesia.

Adakah kita pernah menginjakkan kaki di sana? Terbersitkah di pikiran kita bahwa pulau-pulau tersebut adalah bagian dari bumi pertiwi tercinta?

Pentingnya peran pulau-pulau terluar tersebut mendasari dilaksanakannya Ekspedisi Garis Depan Nusantara. Ekspedisi ini bertujuan membuka ruang informasi serta keterbukaan akan keberadaan dan potensi 92 pulau terdepan/terluar Nusantara kepada masyarakat. Selain itu, hasil-hasil ekspedisi diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat atas kekayaan alam Nusantara sebagai bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tujuan yang tidak kalah penting adalah membangun kembali kesadaran budaya maritim yang selama ini terlalaikan.

Sesuai tujuan tersebut, ekspedisi akan mencatat kondisi alam di pulau-pulau terluar dan budaya masyarakat di sekitarnya. Khusus budaya maritim, ekspedisi akan mengungkap lebih rinci setidaknya 83 jenis perahu tradisional asli Indonesia, antara lain 23 jenis dari Madura, 16 jenis dari Bugis-Makasar, 6 jenis dari Sumatera Selatan, 4 jenis dari pantai utara Jawa, dan perahu-perahu yang tersebar di seluruh pelosok tanah air.

Selain itu, untuk membentuk persepsi nasional maupun internasional tentang keberadaan pulau-pulau tersebut, akan didirikan monumen bapak bangsa, Soekarno-Hatta di setiap pulau terluar. Patung Soekarno berwarna merah dan Hatta berwarna putih tidak hanya ekspresi seni semata, namun juga akan menciptakan citra garis terdepan Nusantara.

Semua data-data yang dikumpulkan akan didokumentasikan dalam bentuk buku, film, foto dan web. Setidaknya enam buku yang direncanakan terbit, yakni Garis Depan Nusantara, Garis Depan Nusantara: Buku 1 Pula-pulau Terdepan Indonesia Barat, Garis Depan Nusantara: Buku 2 Pulau-pulau Terdepan Indonesia Tengah, Garis Depan Nusantara: Buku 3 Pulau-pulau Terdepan Indonesia Timur, Perahu Tradisi Nusantara, dan Monumen 92 Pulau Nusantara.

Ekspedisi dibagi dalam tiga tahap, masing-masing untuk pulau terluar di Indonesia barat, Indonesia tengah, dan Indonesia timur. Pelaksanannya dibagi dalam tiga tim, masing-masing tim pulau/kapal, tim Kodal (komanda pengendali) I, dan Kodal II. Tim pulau akan bergerak dari satu pulau ke pulau lainnya menggunakan Kapal Motor Deklarasi Djuanda. Tim Kodal I dan II akan bergerak melalui perjalanan darat, melakukan survei awal budaya masyarakat, melakukan kerja sama dengan seluruh pihak yang terlihat dalam ekspedisi, termasuk mengatur rencana aksi.

Ekspedisi Garis Depan Nusantara merupakan insiatif oganisasi pecinta lingkungan Wanadri dan komunitas budaya Rumah Nusantara. Kegiatan ini didukung Departemen Kelautan dan Perikanan, Departemen Perhubungan, TNI AL, Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional), Medco Energi, Kompas, TransTV, dan Trans-7.

Thursday, September 10, 2009

Bela Negara

Latsamapta di Sukabumi-Jawa Barat, di puncak gunung setelah marching naik sekitar 20km.. berangkat setelah lari subuh bertelanjang kaki, kemudian dengan accesories Helm Bodo, sepatu boot dan senjata laras panjang, with all the singing mulai dari lagu ayo lari tiap pagi, sampai lagu cucak rowo berulang ulang saling menyemangati hingga tiba di puncak, jam 2 siang, i didnt realize my thumb went numb, (till now) sungguh, membangkitkan semangat bela Negara Kesatuan Republik Indonesia. It was great!