Pages

Showing posts with label Inspiring people. Show all posts
Showing posts with label Inspiring people. Show all posts

Monday, December 28, 2009

Seorang Dahlan Iskan - Dirut PT PLN

Informasi dari Wiki. org :


Dahlan Iskan (lahir di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951; umur 58 tahun, adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos Group, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009. Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.


Catatan Dahlan Iskan : dahlaniskan.wordpress.com
Kumpulan catatan Dahlan Iskan : www.dahlaniskan.info

Saturday, October 10, 2009

Benjamin Tan Boon Chuan - Pelukis menggunakan Mulut

Benjamin Tan Boon Chuan, seorang pria berkewarganegaraan Singapura yang mengalami kelumpuhan tangan dan kaki saat ia berusia 2 tahun dan sejak saat itu ia duduk di kursi roda. Meski demikian, kekurangan itu tak membuat pria yang berulang tahun 27 Maret itu patah semangat. Justru kekurangan itu pula yang membuatnya makin yakin untuk menapaki hidup. Pria yang menetap di Jakarta sejak tahun 2000 adalah seorang Maestro lukisan mulut dan kaki yang telah bergabung dengan Asosiasi Pelukis Mulut dan Kaki Internasional. Walau cacat tangan dan kaki, namun lukisan dengan kuas yang digigitnya tidak kalah bagus dari karya pelukis yang lengkap anggota tubuhnya.
Benjamin, begitu ia biasa disapa, menyukai aliran naturalis. Tiap melukis, nuansa bunga selalu terlihat dari hasil goresannya. Hasilnya tak jauh berbeda dengan karya lain yang pelukisnya memiliki kondisi fisik lebih sempurna. Hasil Lukisannya ia kirim ke Asosiasi Pelukis Mulut dan Kaki International dan mendapatkan hasil dan lukisannya yang terjual.
Kini ia menetap di Jakarta. Dengan pernikahan sebelumnya dengan Supina, wanita asli jawa, ia memiliki dua anak berumur 12 dan 2 tahun. dan kini, ia ditemani istrinya Lia, wanita yang dinikahinya tahun 2007, yang dengan setia menemani hari-harinya. "jangan mudah putus asa, lihat saya, meskipun saya cacat, tapi saya tidak putus asa" ujar pria periang ini saat diwawancara salah satu stasiun televisi. (dikutip dari berbagai sumber)