Pages

Monday, August 9, 2010

Puisi Sindir Sang Fakir Cerahkan Fikir

"Tumben" adalah komentar saat saya mengcopy sebuah puisi kutipan Puisi karya Budi Hadmajaya
dari situs ini dan jawaban saya : "I Like It..."

***

Puisi Sindir Sang Fakir Cerahkan Fikir

**

Kala dirimu istiqomah menyindir

awalnya sang hati sempit melintir

urat kepala tegang getir

darah muda menggelegak banjir

laksana di sambar petir

mata merah nafas terengah dan wajah buruk menyengir

Namun…

Tatkala

Sindiran menjelma dalam kenyataan yang hadir

lalu menyepi bertafakur dan berfikir

Cahaya Ilham Sang Ilahi mulai menyelusupi celah-celah hati kecil nan sombong/kibir

yang selama ini gelap ketir

kiranya untaian kata yang kau satir

memoles hatiku yang kikir

otakku yang fakir

kedekatan pada Sang Ilahi pun mampir

terus lah menyindir nan cerdas bukan pandir

hatiku teruslah kau ukir

karena daku menjadi berfikir

ruh ku terus berdzikir

Alhamdulillah dalam sir

sir…

s…

i…

r…

hingga hayat berakhir

*bagi ruh mereka yg haus akan bisikan langit yg mengalir dari lidah-lidah berhikmah laksana pedang yg mengorek-ngorek nanah di hatimu hingga bening terikhlaskan.




No comments:

Post a Comment